Pelatih Timnas Portugal Paulo Bento. (REUTERS/Jose Manuel Ribeiro)
Terdapat lebih banyak tekanan daripada sebelum pertandingan melawan Jerman, dan besok kami akan menghadapi lawan yang tangguh."
Lviv (ANTARA News) - Tekanan bertambah besar bagi Portugal setelah mereka kalah dari Jerman pada pertandingan pembuka Piala Eropa 2012, demikian diakui pelatih Paulo Bento pada Selasa, menjelang pertandingan timnya di Grup B melawan Denmark di Lviv, Ukraina.
Dengan rekor terkini mereka saat menghadapi Denmark adalah satu kali menang dari empat pertemuan - negara Skandinavia tersebut berhasil lolos otomatis ke turnamen ini setelah menyingkirkan Portugal - Bento berkata, "Kami hanya menang satu kali dari empat (pertemuan), namun kami percaya diri. Kami tidak memikirkan masa lalu. Kami harus menang."
"Terdapat lebih banyak tekanan daripada sebelum pertandingan melawan Jerman, dan besok kami akan menghadapi lawan yang tangguh, maka kami harus memaksakan permainan kami sejak awal."
"Situasi Denmark lebih nyaman, dengan sedikitnya tekanan. Strategi kami selalu disesuaikan dengan siapa yang kami hadapi. Kami akan siap - terdapat 90 menit (waktu permainan) dan kami harus menang."
Bento, pelatih termuda di turnamen ini dan baru akan berusia 43 tahun pada 20 Juni, menegaskan bahwa Portugal dapat tampil bagus.
"Kami tidak punya alasan untuk gugup. Kami kalah di pertandingan pembuka kami dari salah satu (tim) favorit, namun meski kalah kami bermain baik. Kami tidak layak kalah," kata Bento, yang menggantikan Carlos Queiroz pada September 2010 setelah penampilan mengecewakan di fase awal kualifikasi.
Bento, yang memori Piala Eropa terakhirnya sebagai pemain tidak begitu bagus akibat ia dihukum larangan bermain selama lima bulan karena mengancam wasit di semifinal Piala Eropa 2000 melawan juara saat itu, Prancis, mengatakan bahwa timnya perlu lebih banyak memainkan bola di sektor sayap dan lebih banyak menguasai bola. Ia pun menegaskan bahwa sepanjang sejarah, kekalahan di pertandingan pertama tidak harus berakibat fatal.
"Kami kalah di pertandingan pertama kami pada Piala Eropa 2004, namun kami mencapai final," kata Bento - meski kemudian di partai puncak Portugal kembali harus menelan kekalahan dari Yunani, tim yang mengalahkan mereka di pertandingan pertama.
Bento mengatakan bahwa dirinya tidak terkejut Denmark mampu mengalahkan Belanda.
"Mereka tidak membuatku terkejut - bahkan saat bermain melawan tim kuat seperti Belanda, Denmark memperlihatkan bahwa mereka sangat terorganisir dan mereka mampu untuk menutup ruang yang ada."
Ketika ditanyai mengenai tim yang difavoritkannya memenangi pertandingan tersebut, Bento berkata, "Kami sangat seimbang dan kedua tim memiliki ambisi yang sama. Tentu saja hasil Sabtu membuat Denmark difavoritkan. Namun kami tahu bahwa kami telah mengalahkan mereka sekali (di fase kualifikasi) dan apa yang dapat anda lakukan sekali, dapat anda lakukan lagi."
Sementara itu, Bento membela penyerang yang tampil buruk, Helder Postiga, meski tidak mengonfirmasi apakah dirinya akan kembali memainkan pemain tersebut di tim pertama saat melawan Denmark.
"Helder adalah pencetak gol terbaik peringkat kedua di kualifikasi untuk Portugal (dengan lima gol) di bawah Cristiano Ronaldo (tujuh gol)."
"Saya telah menyaksikan ulang pertandingan tersebut, dan dalam pandanganku kami membuat usaha yang memadai dan (semestinya) bisa mendapat hasilnya - namun tidak ada yang dapat dilakukan dengan kehadiran atau ketidak hadiran Helder di tim pertama," tegas Bento.
"Baik itu Helder, Hugo Almeida, atau Nelson Oliveira, tidak masalah bagiku - saya harus yakin pada ketiga penyerangku."
(ANT)
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © 2012
Komentar
Tulis Komentar